VinFast Indonesia menghadirkan opsi kepemilikan kendaraan yang unik.
Arfian Alamsyah
|9 Juli 2024

VinFast hadir di Indonesia dengan membawa terobosan baru. Bisa dibilang pembeli mobil VinFast tidak perlu khawatir lagi soal baterai. Maklum saja, baterai adalah salah satu komponen yang membuat konsumen khawatir dengan mobil listrik, sebab jika rusak berpotensi menelan biaya yang mahal sekali.
Maka sebagai pendatang baru di dunia otomotif Tanah Air, VinFast Indonesia menghadirkan opsi kepemilikan kendaraan yang unik. Adalah VinFast VF5 yang didaulat sebagai line-up yang memiliki dua opsi kepemilikan kendaraan. Yakni skema sewa baterai dengan tiga opsi yang dapat dipilih pembeli atau pembelian penuh (full).
VinFast Indonesia menghadirkan tiga skema baterai berlangganan yaitu:

Menurut tim Auto Jago tiga skema di atas akan menguntungkan bila mobil digunakan untuk keperluan fleet. Bahkan untuk armada taksi online yang setiap harinya harus menempuh jarak di atas 500 klometer. Lantas kalau untuk keperluan pribadi apa skema di atas dapat menjadi solusi jitu?
Sekadar informasi VinFast VF5 dijual tanpa baterai dengan harga Rp 242 juta, sedangkan untuk kepemilikan tanpa skema sewa baterai berlangganan harganya lebih mahal Rp 68 juta. Lalu worth to buy enggak skema sewa baterai itu?.

Kita ambil asumsi mobil setiap hari berjalan dengan jarak 50 kilometer. Which is dalam satu bulan pemakaian full 30 hari mobil secara total akan menempuh jarak 1.500 kilometer. Yang mana konsumen akan dibebankan skema kedua yakni Rp 1,415 juta.
Bila konsumen berencana menggunakan mobil selama 5 tahun, maka perhitungannya adalah: Skema sewa baterai dikali dengan jumlah bulan. Maka didapat hasil Rp 1,415,000 X 60 bulan = Rp 84,900,000. Itu baru biaya sewa baterainya saja. Kalau ditambah harga mobilnya maka hasilnya Rp 242,000,000 + Rp 84,900,000 = Rp 326,900,000.
Bandingkan dengan sistem ‘beli putus’ yang harganya Rp 310,000,000 sistem sewa baterai lebih mahal Rp 16,900,000. Tapi Anda harus ingat, sewa baterai memberikan Anda peace of mind, sebab tak perlu khawatir baterai drop atau rusak. Sementara kalau sistem beli putus semua resiko ditanggung Anda sebagai pemilik.
Lantas harus pilih mana? Semua kembali ke preferensi Anda. Kalau tim Auto Jago sih menyarankan pakai opsi skema sewa baterai saja. Toh Anda akan lebih bebas khawatir, karena semua resiko yang berhubungan dengan baterai ditanggung oleh VinFast Indonesia. Jadi Anda tinggal pakai saja mobilnya tanpa perlu cemas berlebihan.