Toyota Hilux Rangga Terjual 2.000 Unit dalam 3 Bulan
Arfian Alamsyah
|16 Desember 2024

Pasar otomotif kini sedang lesu. Target penjualan mobil baru pun terkoreksi dari semula di angka 1,1 juta unit menjadi 850.000 unit. Namun meski demikian, PT Toyota-Astra Motor (TAM) tetap optimis, karena salah satu produknya All-new Hilux Rangga diterima pasar dengan sangat baik.

"Tidak mudah bagi kami, karena tahun ini market cukup dinamis, memang harus diakui market akan turun, tapi kami tetap optimis, di tengah mungkin tahun depan juga banyak challange bagi kita ya, masalah pajak lah, masalah market, ekonomi dan lain-lain tapi kita tetap optimis," buka Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM.

"Karena kita ada produk baru yang cukup fenomenal bagi kami, tadi saya juga bicara dengan teman-teman dealer dua bulan, tiga bulan pertama lah ya penjualan, kita sudah mendapatkan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) lebih dari dua ribuan unit," bangga pria yang akrab redaksi sapa dengan panggilan Anton ini.

"Jadi ini di atas rencana kita, kalau orang bilang market turun, ekonomi sulit ternyata ya memang jualan mobil memang ya ada aja caranya untuk jualan mobil, dan kami yakin," tutur Anton yang lahir di Solok pada tanggal 14 Januari tahun 1977 ini.

"Karena produknya memang juga unggul, desainnya banyak diterima secara positif oleh masyarakat, jadi dulu ada image bahwa pick-up itu enggak usah bagus-bagus lah desainnya, ternyata salah, orang Indonesia juga senang punya pick-up yang desainnya bagus," bangga Anton.

Pria yang menyelesaikan studinya di UGM (Yogyakarta) ini pun juga menambahkan, bahwa "Performa dari mobilnya sendiri engine-nya juga sangat mumpuni, bagaimana engine-nya, transmisinya produknya, bagaimana kelincahan dari mobil ini, dan lain-lain," tambah Anton.

"Dan juga yang customer senang mobil ini mudah dimodifikasi mudah dikonversi, itu kenapa kita bawa juga unit kita yang conversion, jadi banyak potensi dari produk ini, yang jujur saya pribadi kembali lagi me-remain dari product ini kembali kepada heritage Kijang," jelas pria berkacamata ini.

"Jadi Heritage Kijang itu mengapa juga kenapa kita menggunakan nama Rangga yang memang sangat similar sebagai keluarga Kijang juga, jadi mudah-mudahan sampai besok dan seterusnya (bisa sukses dan diterima pasar dengan baik)," harap Anton.

"Customer begitu lihat produk ini (terlihat) bagus, namun bagaimana dengan performanya? Begitu sudah coba rata-rata langsung sangat suka dengan performanya dan akan langsung beli juga," jelas Anton yang bergabung dengan PT Toyota Astra Motor pada tahun 2000 ini.

"Di tengah market yang cukup Challenging, tetap ada produk-produk yang berhasil masuk ke segmen yang jarang diulik, dan ini saya rasa mudah-mudahan juga membantu produk ini, sebagai membangun di Indonesia juga, membangun ekonomi Indonesia juga, sekali lagi membangun dunia karoseri atau body builder di Indonesia juga," harapnya.

"Rangga itu (produk) yang (mungkin) ada kenangannya (maksudnya kenangan Kijang) sehingga bisa tarik hati orangnya, saya yakin. Cakep sekali itu (mobilnya)," sahut Hiroyuki 'Heru' Oide, Marketing Director PT TAM kepada tim redaksi Auto Jago Indonesia.

"Kita Toyota yakin, bahwa Hilux Rangga itu bisa bantu kehidupan orang Indonesia, bisa bantu masyarakat Indonesia juga, seperti Kijang yang terutama," tutup Heru yang berkebangsaan Jepang tapi cukup fasih berbahasa Indonesia ini, Mantab.