Mobil Hybrid dinilai lebih relevan di Indonesia
Ray Adhee
|12 Agustus 2025
Dalam ajang Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di GIIAS 2025, Ignasius Jonan, mantan Menteri ESDM periode 2016–2019, menyampaikan pandangannya terkait masa depan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Menurutnya, mobil hybrid merupakan solusi paling relevan untuk satu generasi ke depan, atau sekitar 25 tahun mendatang.

Ignasius Jonan menilai, kendaraan full electric alias BEV masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan keterbatasan jarak tempuh. Sebagai perbandingan, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid mampu menempuh hingga 1.200 km dalam sekali pengisian bahan bakar, sedangkan Toyota Yaris Cross Hybrid sanggup mencapai sekitar 800 km.
Tidak hanya dari sisi teknis, tren positif mobil hybrid juga terlihat dari sisi pembiayaan. Dalam sesi Astra Financial Talk di GIIAS 2025, Tan Chian Hok selaku Project Director Astra Financial mengungkapkan bahwa pada periode Januari–Juni 2025, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan kendaraan hybrid senilai Rp2,5 triliun.
Selama pameran GIIAS 2025 yang lalu, Astra Financial mencatat kenaikan signifikan dalam pembiayaan kendaraan elektrifikasi (xEV). Jumlah unit yang dibiayai meningkat 32 persen menjadi 1.181 unit, sementara nilai pembiayaan naik 19 persen menjadi Rp575 miliar hingga hari kedelapan pameran, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menariknya, dari total pembiayaan tersebut, 76 persen berasal dari mobil hybrid. Hal ini memperkuat fakta bahwa kendaraan hybrid masih menjadi pilihan favorit pengunjung GIIAS 2025. Menurut Tan Chian Hok, dominasi ini menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia masih memprioritaskan efisiensi dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh teknologi hybrid.
Dengan kombinasi jarak tempuh panjang, infrastruktur yang lebih mudah dijangkau, serta dukungan pembiayaan yang kompetitif, mobil hybrid diprediksi akan terus menjadi primadona di pasar otomotif Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.