Porsche Pangkas Jaringan Dealer di China, Kerugian Penjualan Tembus Rp72 Juta per Mobil
Felix Ganafi
|30 Juni 2026

Porsche mengambil langkah besar di pasar otomotif China dengan memangkas jaringan dealer resminya. Keputusan ini diambil setelah para dealer mengalami kerugian yang terus membengkak, bahkan mencapai US$4.413 atau sekitar Rp72 juta untuk setiap unit mobil yang berhasil dijual.
Mulai 30 Juni 2026, Porsche resmi menghentikan otorisasi penjualan kendaraan di sejumlah dealer regional di China. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi restrukturisasi perusahaan setelah beberapa showroom di kota-kota besar sebelumnya juga telah menghentikan operasional dan mengosongkan fasilitas penjualan.

Restrukturisasi ini dilakukan di tengah tekanan besar yang dihadapi Porsche di pasar otomotif terbesar dunia. Persaingan ketat dari produsen mobil listrik lokal dengan teknologi baterai dan perangkat lunak yang lebih kompetitif membuat posisi merek-merek premium asal Eropa semakin tertekan.
Sebagai bagian dari efisiensi, Porsche berencana memangkas jumlah dealer di China hingga sekitar 30 persen. Dari sebelumnya memiliki sekitar 150 dealer, jaringan tersebut akan diperkecil menjadi sekitar 80 pusat penjualan dan layanan yang dinilai lebih efisien untuk mendukung operasional perusahaan.

Beberapa dealer yang ditutup tidak lagi melayani penjualan kendaraan baru. Layanan purna jual dan perawatan kendaraan dialihkan ke dealer lain di kota terdekat agar pelanggan tetap mendapatkan dukungan servis.
Kondisi ini tidak terlepas dari memburuknya margin keuntungan para dealer. Data dari China Automobile Dealers Association menunjukkan bahwa 81,9 persen dealer otomotif di China kini menjual kendaraan di bawah harga grosir demi memenuhi target penjualan dari pabrikan. Akibatnya, margin keuntungan mobil baru turun hingga minus 25,5 persen.

Setiap unit kendaraan yang berhasil dijual bahkan diperkirakan menimbulkan kerugian antara 20.000 hingga 30.000 yuan atau sekitar US$2.942–US$4.413. Situasi tersebut memaksa Porsche menghentikan penjualan beberapa model, termasuk Taycan Sport Turismo, serta menjalankan program efisiensi global yang berdampak pada sekitar 3.900 posisi pekerjaan.
Tekanan di pasar China juga tercermin dari kinerja penjualan perusahaan. Sepanjang 2025, pengiriman kendaraan Porsche secara global turun 10 persen menjadi 279.449 unit, sedangkan penjualan di China merosot 26 persen menjadi 41.938 unit.
Tren penurunan tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026. Pengiriman global turun 15 persen menjadi 60.991 unit, sementara penjualan di China kembali terkoreksi 21 persen. Kondisi ini menunjukkan semakin kuatnya dominasi mobil listrik buatan China, yang kini mampu bersaing langsung dengan merek-merek premium internasional, termasuk Porsche.